Teruntuk dirimu yang memenuhi pikiranku.
Hey, today's a big day, huh? Are things going well? I am wondering a lot and I have a lot to say.
Sejujurnya aku terlihat ‘tidak wajar’ jika aku menelepon mu tiba-tiba, setelah chat kita yang selalu centang biru dan tidak pernah terbalas juga penolakan yang selalu kamu berikan.
Aku khawatir, sangat sangat khawatir setelah kegagalan mu, apakah diri dan pikiran mu baik-baik saja? Apakah ada orang yang menghakimimu? Apakah banyak orang menyemangatimu? Hey, kegagalan bukan berarti akhir, menurutku orang yang gagal adalah orang yang diberi kesempatan untuk belajar dan kuat lagi, ucapku yang tertahankan.
Setelah pesanku untuk menyemangati dan kau balas dengan ‘makasih’ ku harap itu bisa menguati mu.
Why do I love him so much?
I'm asking the same thing.
Like I met a lot of boys and I can't seem to get you out of my head.
Is it because you're the coolest person I've ever met?
Is this about how smart you are?
Is this about how charming you are?
I don't really know…
But I know I searched for you.


Komentar
Posting Komentar