Teruntuk dirimu yang memenuhi pikiran ku

Rasanya tangan ini gatal untuk menulis tentang dirimu lagi, mungkin.. ini saatnya untuk menoreh cerita yang tak seberapa menurutmu, namun menjadi catatan penting untuk ku.


Untuk Abang,

Sudah lama bukan? Aku tidak mengirimkan pesan-pesan aneh nan random yang kadang aku pun tahu kalau kamu risih, hehe, maaf yaa aku belum bisa menahan terlalu lama rasa rindu ini, jadi.. ku lampiaskan semuanya dalam kata per kata yang ku kirimkan padamu dan ku tuliskan seperti sekarang, walau terkadang aku merasa malu setelah mengirimkan pesan aneh...

Setelah sekian lama, setelah lima gelembung pesan ku yang tak kunjung berubah menjadi centang biru, pesan keenam ku sekarang centang biru, walau pesan sebelumnya masih abu-abu dan tidak kunjung kamu balas, tapi tidak apa-apa, aku menganggap ini proses.

Aneh ya, tiap pesan normal ku yang hanya menanyakan kabarmu dan mengucapkan selamat hari raya selalu di biarkan centang abu-abu, dan setiap pesan aneh ku yang hanya membicarakan hal-hal yang terjadi di hidupku dan mencoba menggombal kepadamu yang menurutku sangat garing selalu dibiarkan centang biru, apakah kamu suka jika aku melakukan hal-hal aneh yang akan membuatku malu setelahnya?

Aku pun tidak tahu apa yang kutunggu darimu, walaupun aku menganggap ini proses, proses ini kadang membuat hatiku sakit, menurutmu apakah tidak apa-apa aku selalu seperti ini?

Dalam tulisanku sebelumnya aku menulis bahwa aku akan mencoba melupakanmu, sekarang aku tak kunjung melupakanmu, goresan namamu di hatiku terlalu dalam untuk menimbunnya dengan nama lain.

Iya, aku lelah, sangat lelah namun, bukankah perjuanganku masih panjang? Entah apa yang membuatku jatuh sedalam ini padamu, kadang aku bingung dan memikirkan bahwa dirimu salah kirim pelet, yang harusnya dikirim ke orang lain, malah sampai padaku, konyol kan? saat aku memikirkan ini aku cekikikan tidak henti, kamu bukan tipe orang yang percaya hal-hal mistis, kan? atau setidaknya aku kurang percaya hal-hal seperti itu.

Oh iya, ada seseorang menanyakan ini padaku

"Hanna, kenapa sih kamu segitunya? sesempurna apa sih dia?"

Sejujurnya menurutku kamu jauh dari kata sempurna, 

Dingin bak kulkas tiga pintu, cuek se cuek cueknya, tidak mengikuti instagram ku kembali, tidak membalas pesanku dan membuat aku malu, juga yang paling penting, tidak membalas perasaan ku.

Apakah menurutmu itu sempurna? tidak, kan?

Aku juga heran kenapa aku mau memperjuangkan kamu segitunya.

Tapi, kuharap kamu mau membalas perasaanku, walaupun aku harus menunggu lama. Akan kusimpan namamu, akan ku toreh lagi namamu supaya aku tidak lupa bagaimana aku memperjuangkan mu. Setidaknya.. sampai kita mempunyai pasangan masing-masing.

Namun, tetap kuharap, pasanganku itu adalah dirimu.

Dengan cinta tak terbalaskan,

yours hanna.

/seperti biasa ku lampirkan quotes yang sedang aku sukai



Komentar

Postingan Populer