Teruntuk dirimu yang membawa hal indah di hidupku

Sudah lama sejak terakhir kali aku menulis isi hati ku disini, selama ini sudah banyak yang terjadi, aku yang pelan-pelan bisa bangun dari mimpi itu sendiri dan aku yang telah bisa pelan-pelan memulai hal yang baru lagi, dan bertemu dengan dia (lagi)

Dia adalah masa laluku, dia telah lama menjadi teman dan telah lama menjadi masa lalu yang selalu ku ingat, cara dia memperlakukanku di masa lalu, caranya menyayangiku, dan menyakitiku, semua hal yang dilakukannya berkesan di hidupku, aku telah melewati masa putih abu-abu bersamanya dan akhirnya kembali bersama saat masa duduk di bangku kuliah.


Aku banyak melakukan hal yang baru di hidupku bersamanya, entah itu pergi ketempat asing yang sama sekali belum pernah ku tempuh, entah itu makan di tempat yang belum pernah ku bayangkan bagaimana isinya, dan hal lain yang belum pernah kurasakan dan ku lewati bersama sosok lain.


Dia yang membuatku hidup di masa putih abu-abu ku, dia selalu ada untukku saat aku yang baru dewasa ini baru mengerti apa yang terjadi di keluarga kecil ku, aku yang meringis kesakitan merasakan sakit dari keluarga yang selalu kusebut rumah untuk ku kembali hancur secara perlahan, dia yang selalu memberi diri ini cahaya untuk terus kuat berlari mengejar apa yang seharusnya, dan dia mencintaiku, sehangat itu. Namun setelah kesalahpahaman yang terjadi saat hubungan kami mulai rapuh membuatku menyerah meninggalkan cahaya yang diberikannya dan menyendiri lagi.


Aku selalu berpikir kalau kamu berhak untuk bahagia, ada atau tanpa diriku, aku yang selalu berpikir diriku duri dalam kehidupan bahagiamu selalu mempersiapkan diri agar saat kamu memilih untuk meninggalkan ku aku tak akan hancur. Tapi yang terjadi aku terlalu siap untuk ditinggalkan dan tanpa sadar aku yang akhirnya meninggalkanmu di masa lalu.


Aku yang terus mencoba mencari cahaya lain selalu gagal, saat aku yang jatuh bangun mengejar seorang laki-laki yang bahkan sampai sekarang aku pun tidak tahu apa yang dirasakan oleh laki-laki yang kukejar itu, walaupun aku telah mengejar laki-laki lain sebegitu nya, dia selalu di sampingku. Saat aku hancur, saat aku tertatih-tatih berjalan mengikuti kuliah yang semakin kujalani semakin aku berpikir kalau jalan yang ku tempuh ini salah, dia di sampingku, dia membimbing ku walaupun aku sendiri tahu kalau dia memiliki masalahnya sendiri namun dia selalu berjalan di sampingku. Anehnya, aku selalu tidak sadar akan keberadaan dan perasaannya padaku setelah hubungan kami berakhir. Namun siapa sangka bukan? Laki-laki yang tak pernah ku bayangkan, yang mudah-mudahan akan menjadi masa depan ku adalah kamu, kamu yang ada di masa laluku.


Katamu, kamu telah lama menunggu ku, dan itu benar, setelah satu tahun lebih akhirnya aku siap untuk memulai kembali bersama nya, bagai sebuah buku, tak ada salahnya bukan untuk membaca kembali buku yang telah lama selesai di baca, mungkin ada beberapa paragraf penting yang terlewatkan saat membacanya. Setelah satu tahun lebih, setelah hati ku yang berhasil ku benahi, aku memulai hal baru lagi bersamanya


Namun satu tahun bukan waktu yang sebentar bukan? semua orang berubah satu tahun itu, bayi yang sebelumnya tidak bisa mengangkat kepalanya, dalam satu tahun sudah bisa berdiri dan berjalan dengan pelan, sama seperti kamu dan aku, aku yang telah banyak mencoba keberuntungan dalam berhubungan selama satu tahun dan kamu yang menunggu aku bersama sosok lain di sisimu selama satu tahun.


Tapi tak apa, toh sekarang kamu memilihku untuk berjalan bersama lagi dan itu sudah cukup asalkan kamu memegang janjimu untuk tidak melakukan hal yang sama seperti di masa lampau. Aku juga akan menunggumu berproses, kita berproses pelan-pelan bersama, namun untuk menunggumu berproses dari kebiasaan mu bersama sosok lain itu jujur aku tak mampu. Tapi tak apa lagi, aku percaya padamu dan kuharap kamu juga percaya padaku.


Denganmu aku bisa menjadi diriku sendiri, denganmu aku tak perlu memikirkan bagaimana pendapatmu tentang diriku. Terimakasih sudah menungguku selama ini walaupun aku tau kalau kamu menungguku sambil istighfar hehe, terimakasih sudah sabar menghadapi tingkah laku ku yang seperti bocah labil ini, dan terimakasih sudah mau mencoba lagi dengan ku.


Dengan ini aku buka kembali peti yang berisi semua tentangmu yang telah kusimpan dengan dalam di hatiku. Kita melangkah bersama lagi, ya? 






Dari cinta yang terbalaskan


yours hanna




Komentar

Postingan Populer