Teruntuk masa lalu mu
Aku pernah menolak pernyataan cinta dari seseorang yang membuat dia berpikir bahwa dirinya tidak pantas untuk siapapun, dan disitulah kamu datang dan hadir di hidupnya, membawa warna baru yang belum pernah dia lihat, membawa perubahan besar dalam hidupnya, membuatnya menjadikanmu sebagai seseorang yang paling dia percayai, melebihi diriku.
Untuk warna kemerahan, warna baru yang mewarnai hidupnya, kamu terlalu baik, untuk semua hal yang kamu lakukan untuk menyembuhkannya, aku sangat berterimakasih, untuk semua yang kau korbankan untuk membuatnya bahagia, aku sungguh-sungguh berterimakasih. Kamu yang menjadikannya dia yang ku kenal sekarang, kamu yang menjadikannya seperti itu dan membuatku jatuh cinta untuk kesekian kali padanya.
Setelah semua usahamu agar dirinya melihat mu dan tetap memandang mu hancur, aku yang datang tanpa berita, kembali memadu cerita dengan orang yang kau cinta.
Setelah mendengar cerita tentang mu, aku sadar betapa buruknya aku. Aku yang merebut orang yang kau cintai dan pelipur lara di hatimu hanya dengan dia yang menjemput dan mengantar ku pulang. Aku sungguh meminta maaf, harap yang kau simpan hancur, bersamaan dengan perginya kasihmu memandang wanita lain.
Tiap aku bertanya kepadanya, "Apakah tidak mengapa? Dia mencintaimu sebesar itu dan kamu memilihku yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya" Dia akan selalu menjawab, "Sudah dari awal dia mengetahui kalau aku masih belum bisa melupakan mu, itu resikonya bukan? Mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalu nya."
Tapi apakah benar sesederhana itu?
Aku juga berharap kalau ini sesederhana itu, tapi itu salah bukan? Dia yang selalu salah ingatan setiap membicarakan tempat-tempat yang sebenarnya belum pernah kami tempuh, dia yang selalu salah ingatan setiap membicarakan tempat-tempat yang pernah kami tempuh, namun bukan bersamaku membuat ku kesal sendiri.
Apakah dia belum melupakanmu? apakah dia terpaksa memilih ku hanya karena dahaganya yang belum puas dengan masa lalu kami? ataukah.. aku yang jadi bayanganmu?
Nyatanya ini tidak sesederhana itu, dia yang pergi ke rumahmu bahkan setelah mengantarku pulang malam itu membuat ku hancur, semua percakapan kalian di belakangku membuat ku makin hancur, semua kenanganmu bersamanya menjadi duri di hatiku, aku merasa sebenarnya yang dicintai nya bukan aku, melainkan kamu.
Warna kemerahan, kamu sekilas mirip denganku ujar setiap orang setelah aku memperlihatkan fotomu kepada mereka. Mereka selalu berpikir bahwa kamu hanya jadi bayanganku, tapi aku tidak berpikir seperti itu, kamu lebih bercahaya dari pada ku, hatimu yang baik meluluhkannya, dan aku merasa ternyata aku yang jadi bayang-bayang mu.
Warna kemerahan, cerita kalian berdua terlalu indah sampai-sampai aku selalu menjadikan itu patokan bagaimana aku harus bersikap didepannya, aku selalu menjadikanmu sebagai pembanding apakah aku pantas bersamanya atau tidak, entah berapa kali dia meyakinkanku aku tetap berpikir demikian.
Entah berapa banyak orang yang menemani dia, hanya kamu yang selalu bersamanya, paling lama bersamanya dan paling berkesan untuknya.
Sekali lagi aku meminta maaf untuk merebut orang yang kau cintai sedalam itu, orang yang tanpa lelah kamu terus perjuangkan itu.
Untuk semua yang kamu perjuangkan untuknya, untuk semua yang kamu habiskan untuknya, untuk semua tawa, canda, dan air mata bersamanya mari kita berdiri dan mengapresiasi seraya bertepuk tangan bagaimana kamu kuat menjalaninya, sekali lagi ku ucapkan terima kasih.
Dengan tulisan ini aku harap saat kita bertemu nanti tidak ada dendam, sejujurnya setelah mendengar ceritanya tentang mu aku merasa kamu akan cocok jika ku jadikan teman.
Tertanda orang yang belum bisa melupakan ceritamu dengannya.



Komentar
Posting Komentar